24 April 2013

burger klenger

hari ini, gue mesen burger klenger rasa cheese. alias cheese burger seharga 15rb lantaran ada temen gue yang tadi teriak2 siapa yang mau pesen burger klenger. setelah melirik dompet, gue sedikit yakin kalo cukup, makanya gue pesen.

rencananya, abis sholat ashar, gue bakal makan tuh burger. tapi ntah kenapa sebelum sholat, wajah istri gue terbayang. akhirnya gue ngga jadi makan tuh burger. kayanya mendingan gue bawa pulang trus gue kasihin ke istri gue.

so sweet? ngga tau, gue blm tau rasa tuh burger sweet atau soo sweet. yang gue tau rasanya cheese

23 April 2013

kapan

itu adalah sebuah pertanyaan. yang akhirnya cuma jadi pernyataan belaka. kapan? kapan?! kapan!
dan lebih tepat kalo gue posisikan ke dalam hidup gue yang tiap hari menghantui setiap hari. kapan gue dapet kerjaan baru? i mean, yeah emang gue ngga pinter2 amat sebagai IT dan gue juga tau gue banyak kekurangan dengan permintaan gaji yang terlalu besar. tapi masa sih dari segede jakarta ini ngga ada yang butuh jasa gue dan sanggup dengan gaji yang gue minta?

mungkin kegedean, tapi kalo gue itung2, itu aja ngga cukup untuk gue tabung. ah mungkin gue terlalu tidak-cukup-skill untuk digaji sebesar itu. atau mungkin gue emang ngga bakat disitu? entah lah. mungkin gue harus ubah haluan jadi marketing misalnya? sebuah pekerjaan yang gue benci karena berdasarkan target. hmph. gue punya keluarga dan kebutuhan yang harus dipenuhi tiap harinya dan sayangnya jalan gue untuk pergi dari tempat ini tidak cukup luas untuk gue lalui.

argh, apakah tempat ini adalah masa depan gue? sebuah kapal yang sudah tidak laju, tua dan menunggu mesin mati hingga akhirnya tenggelam? gue ngga mau nunggu selama itu. gue harus survive, dengan berenang ke kapal lain atau malah kedaratam...

Ya Allah, please help me...

15 Maret 2013

jam

kejadiannya setiap hari. dimana ada satu orang yang kerjaannya engga jelas dan pulang lebih cepat dari standar yang ditetapkan. lucu, karena yang bikin ketetapan adalah dia sendiri. standard yang ada adalah masuk jam 8 dan pulang jam 5. dan entah kenapa dia buat seakan2 peraturannya menjadi karena dia sampai lebih pagi, maka dia boleh pulang lebih cepat.

peraturan yang aneh. meskipun buat dia sendiri tidak demikian. setiap dia pulang cepat, orang cuma bisa geleng-geleng kepala. dampaknya terhadap orang lain jelas ada. karena orang lain jadi tidak lagi bermotivasi menjadi rajin. jadi lebih cenderung tenggo. begitu "teng" langsung "go". meskipun begitu karyawan yang lain tidak pulang lebih cepat dari jam 5.

gue yang mudah sekali tersulut oleh ketidak adilan, ingin bertindak. dan gue liat jam di ruangan dia itu lebih cepat 15 menit. yang artinya kalo jam seharusnya jam 17.00 maka di jam ruangannya itu adalah jam 17.15. ditenggarai sebagai penyebab pulang cepatnya dia, gue langsung beraksi...gue lambatin mejadi 15 menit. bukan menjadi tepat, tapi jadi lebih lambat 15 menit. itu artinya dari jam sebenarnya jam 17.00 menjadi 16.45.

hehehe...usil dan jahat memang.

tapi gue yakin karyawan sini pasti setuju dengan tindakan gue. orang yang harusnya jadi panutan untuk seluruh karyawan disini malah jadi contoh yang tidak baik. payah.

btw, tadi dia minta Ob untuk ganti batere jamnya yang katanya habis. gue suruh Ob untuk copot tuh batere dan gue ambil batere dari jam yang lain. dan ternyata, batere bekas jamnya dia masih jama dengan baik. hehehe dia pikir jamnya berkurang banyak karena baterenya habis. wkkk

tobatlah pak. anda sudah tua...

27 Februari 2013

domba tanpa pengembala

tepatnya 3 tahun yang lalu
ketika kami pada domba
yang memiliki kepribadian berbeda
dan kemampuan yang berbeda
ditinggal oleh sang pengembala lama

berganti oleh pengembala lain
yang menurut sang juragan adalah yang terhebat
walaupun jalannya tertatih
walaupun habis keemasannya
dia masih yang terhebat

tapi masa lalu dan masa kini adalah berbeda
yang lalu adalah sejarah
yang kini adalah kehidupan
karena yang akan datang adalah kematian
tapi prinsip itu dihiraukan

hingga akhirnya kini kami berlarian
yang meninggalkan kumpulan
yang putus asa
atau yang tidak menaruh hormat pada sang pengembala

kami domba yang butuh diayomi
diberi contoh yang baik
diberi arahan yang terbaik
dibentuk dan dilatih menjadi yang terbaik
harusnya

tapi sang pengembala memilih tidur
buta akan apa yang terjadi disekitar
membiarkan ketidak beresan
dan menutup mata bathin untuk selamanya

memilh membersihkan dirinya sendiri
membiarkan domba berkotoran terjebak lumpur
membiarkan dombanya tersesat dalam tumpukan
dan perlahan tak bergerak

para domba berteriak membutuhkan kepemimpinan
tapi dia memilih tuli
karena tidak tidak bisa mengerti
bahasa yang kami beri

hingga akhirnya terdengar kabar
akan ada pengembala baru

lalu pada domba tidak lagi peduli pada sang pengembala
yang melangkah gontai tanpa arah
menatap kosong tanpa fokus
dan meracau dengan bahasa tinggi tanpa arti

pergi sana
kami tidak membutuhkan dirimu
apapun jalan yang kamu pilih
asal arahnya menjauh dari kami para domba

kami bahkan tidak peduli pada nasibmu kelak
seperti apa yang kamu lakukan pada kami selama ini.

17 Januari 2013

terkepung

haiyah...
pagi maksain bangun dengan cuaca dingin, gelap, hujan dan rasa malas yang serta merta menghujam. lalu mandi dengan air yang begitu beku menusuk kulit sawo mateng kematengan. ternyata adalah awal dari hari yang kurang menyenangkan bguat gue.

kurang karena tidak buruk, dan bukan cuma gue yang ngalamin. ya pasti banjir. gue sengaja lewat gatsu untuk menuju arah kuningan yang ternyata macet parah. karena disertai hujan lebat dan banjir juga. adalah jarang untuk gue lewat situ, cuma karena tadi pagi gue dapet info dari istri karena kampung melayu masih tinggi banjirnya dan sudah pasti ngga bisa dilalui, ya mau ngga mau gue musti lewat gatsu.

dan ternyata...gue sampe kantor jam 10.

sekarang gue mau pulang bingung lewat mana karena semua jalan keliatannya banjir. hhhh...