18 November 2010

meretas

hari ini gue main-main ke lantai 20, tempat dimana temen-temen kantor yang lain bekerja. dan seperti biasa, gue menemukan tempat dimana gue seharusnya berada. place where the freaky dirty shallow uncommonly joke reside.

suatu saat dimana ada pertanyaan lagi-lagi timun ditanyakan kapan akan menikah, orang yang sebenernya ngga tua-tua amat mengingat usianya baru 30an namun entah kenapa cuma timun yang digojlok2 untuk segera menikah. mungkin karena semua sayang timun hehehe.

dan seketika gue ngomong, "jangan gitu pak, timbul kan sedang meretas hubungan baru"
langsung deh orang-orang pada nanya meretas tuh apa. tau sih kalo kata-kata itu adalah bahasa Indonesia, tapi tetep aja orang jadi pada sibuk nyari arti kata meretas. lho lho lho...

ando sampe buka dictionary electronicnya, dan mendapati kalo meretas itu bahasa inggrisnya adalah rip open, "wah merawanin dong hahaha" lha amlah jadi heboh gara-gara mkata meretas.

pak arwan malah sampe nanya ke novan yang bahasa jawanya medhog, "mba novan, bahasa jawanya meretas itu apa ya?" berharap ada kejelasan yang rinci tentang kata meretas. yang ada malah kebingungan karena bahasa Indonesianya aja ngga tau, apalagi di-jawa-kan.

hahaha, butuh sekitar 15 menit untuk mecahin tuh kata2. gue ampe minta maaf karena "menelurkan" kata tersebut. untunglah ada yang memberikan jawaban yang sepertinya memuaskan semua pihak.
"meretas itu seperti merintis"
jadilah semua setuju akan penjelasan singkat tersebut, meskipun gue sempat khawatir kalo bakal ada yang nanya merintis itu apa artinya. untunglah tidak hehehe

11 November 2010

what are we? (www?)

we are surely friends...sure does
tapi kenapa sulit sekali. ini mungkin bukan sekedar wacana sesaat yang tiba-tiba pop-up dari kepala seperti layaknya virus dari email yang sekonyong-konyong koder muncul membabi buta, tapi berdasarkan pengamatan selama ini dan berkesimpulan seperti ini. aneh memang...

we are friends...surely does
gue bahkan ngga tau bahasa inggris yang tiap kali diucapkan bisa dimengerti atau ngga, atau bahkan bener atau ngga. maklumlah cuma dua tahun belajar inggris dengan kelas conversation yang hanya ketemu 2 kali seminggu ternyata ngga cukup membuat gue pinter alias gape berbahasa inggris. apa lagi lingkungan dengan bahasa indonesia yang bermacam alirannya cukup menggerus tingkat ke-gape-an ke-inggris-an gue selama bertahun selepas tamat tuh kursus.

tapi bukan itu...
kesulitan dalam kita berdua berbicara dalam bahasa ibu moyang (bahasa indonesia) pun cukup menyulitkan. agak sulit untuk bicara panjang dan lama, dengan akrabnya, bertukar cerita atau yang lebih ekstrim lagi yaitu curhat.

gue bahkan ngga bisa melontarkan lelucon yang selama ini jadi andelan gue dalam berinteraksi dengan orang-orang. bukannya sok lucu sih, tapi semakin akrab gue dengan seseorang adalah semakin banyaknya lelucon yang bisa gue lontarkan. tapi ntah kenapa, tidak dalam kasus kita berdua. tiap lelucon gue seakan ngga pernah masuk alias kaya salah koridor busway. susah untuk bikin ketawa. begitu juga sebaliknya. ketika diri lu bercanda dengan bebasnya, justru gue merasa itu biasa2 aja. inilah yang paling mengherankan. sumpah gue pengen ngeliat lu ketawa terbahak-bahak ngedengerin lelucon gue

we are so friends, do we?
tiap bertatap mata, seakan ada balok es yang menghalangi pandangan. nge-blur kalo di aplikasi potoshop bilang. ngga pernah clear. kaya mata selalu tertutup debu, pengennya selalu mengusap mata tapi ngga pernah jernih. ini bukan mau kita berdua kan? ini ngga normal kan? trus apa? kita ngga pernah tau. mudah2an ngga selamanya gitu.

there's so common about us. absolutely is...
semua menjadi mengherankan. gue ngga pernah bisa akrab, as a friends of course. lalu apa yang salah? lalu apa yang keliru? apakah kita harus mengunggu waktu untuk menjawabnya kembali? mudah2an ngga. karena waktu ngga tau apa2, dan gue juga ngga akan pernah memberitahu waktu soal ini. stt....jangan bilang2 waktu ya.... karena dia terlalu sibuk dengan saudaranya yaitu detik, menit dan jam. itu juga kalo sepupu2nya ngga maen kerumahnya...

what are we now? still like the old days of course...we are specials.....

*hahaha ngarep....

ps: kalo ada bahasa inggris yang salah mohon di koreksi ya, karena satu2nya guru bahasa inggris gue juga dvd bajakan yang gue beli dari ambass

05 November 2010

the crowdness

i miss that crowdness...
setengah hari di lantai 20, suasana ramai dan banyak tawa, meskipun sebenernya mereka orang orang yang di lantai 20 itu lagi sibuk, tapi tetep toh bisa becanda.
dulu saat gue belum pindah ke lantai 24, mungkin hampir tiap hari bisa tertawa lepas. maen cela-celaan, makan bareng di tangga, plesetan kadang juga joke-joke nakal.
bukan bermaksud merendahkan temen yang ada di 24, tapi gue lebih nye-tune sama yang di 20, kaya timbul n anton. ibarat pelawak, lebih ngepas aja susunan grup nya.
dan setengah hari disana, cukup membuat kerinduan itu terobati...
duh outing kek....

03 November 2010

Drive - akulah dia

Tak pernah berhenti mencari cinta
Slalu saja ada yang tak kamu suka
Terlalu jauh engkau melihat
coba rasakan Yang ada di sekitarmu

reff:
Sesungguhnya dia ada didekatmu
Tapi kau tak pernah menyadari itu
Dia slalu menunggumu
untuk nyatakan cinta

Sesungguhnya dia adalah diriku
Lebih dari sekedar teman dekatmu
Berhentilah mencari
karena kau tlah menemukannya

Dia mungkin bukan manusia sempurna
Tapi dia selalu ada untukmu

good luck guys...

26 Oktober 2010

ah...

hari itu (25/10) ujan gede banget, sementara gue yang abis pulang dari kantor basah kuyub. sempet mampir dulu ke bengkel gara2 lampu motor (bolham) gue pecah tanpa sebab. ujan masih rintik2 permanen, tanda Tuhan masih menghibahkan rahmat dan hidayahnya kepada umatnya.
baru sampai rumah, buka pagar kemudian masukin motor. setelah itu tutup pintu pagar sambil menyadari ada sesosok kecil berlari kearah pagar. gue masih sibuk membuka jas ujan ang basah dan mengunci motor, sementara sesosok kecil itu berdiam di depan pagar, hanya mata ke atas yang keliatan. dia masih melihat ke arah gue ternyata.
gue yang biasanya cuek karena lulusan universitas cuek indonesia menjadi terusik, sosok itu masih melihat ke arah gue. seketika gue bertanya,
"kenapa?"
"minta sedekah om..." katanya lantang...
"kok ujan-ujanan?"
"udah biasa om"
"ngga takut sakit ?"
"ngga om"
"kalo sakit kan ntar ga bisa kerja lho..."
seketika senyum kecil gue tergambar di garis bibir.
"ngga sekolah?" tanya gue lagi
"sekolah om"
"kelas berapa?"
"kelas lima om"
gue yang biasanya ngga pernah memberikan duit untuk pengemis kecil, akhirnya iba. cukup 2000 rupiah. sengaja gue sebutin tuh jumlah, karena gue terima konsekuensinya...ngga dapet pahala atau caci maki karena jumlahnya dikit. tapi seperti biasa, gue cuek...
"nih"
"makasih om"
"jangan lupa belajar ya"
"iya om"
"jangan ujan2an, nanti sakit"
"iya om..." lalu ia pun pergi...
sekelebat gue berpikir akan masa depannya...akankah ia terus meminta sedekah karena hari ini ada orang yang memberinya uang? ataukah lebih baik?

ah cuek....