09 Juli 2019

mysterious life

hidup itu misteri. lu ngga bakal tahu apa yang bakal terjadi di masa depan. well, kecuali elu syirik dan pakai bantuan jin. ada yang dari mudanya kalem, rajin, berprestasi tapi pas tuanya malah blangsak. yang mudanya sering bolos, tawuran, bahkan nilainya jelek hampir tidak naik kelas..malah jadi orang yang berhasil.

yang mudanya rajin olahraga, tunya malah kena penyakit berbahaya. yang mudanya rajin merokok, sampai tuanya bahkan masih merokok dan baik baik saja. banyak teori soal ini tapi tetap tidak ada kejelasan pasti soal masa depan. elu ngga mungkin bisa merancang masa depan 100% sesuai keinginan elu. bahkan bisa jadi 100% meleset.

iya sih musti ihktiar, tapi tetep takdir yang bicara. ustad yazid pernah bilang, orang yang alim, ibadahnya kuat bahkan senantiasa dekat sama Allah, tidak boleh kita mengatakan dia ahli syurga. karena bisa saja sebelum dia mati malah menjadi kafir. atau sebaliknya yang kejam, kafir dan segala macam hal tercela di dirinya belum tentu dia akan menjadi ahli neraka. bisa jadi diakhir hayatnya, dia justru bertobat.

bos gue yang dulu sering bilang, kita ngga boleh nyepelein orang. bisa jadi orang itu terbaik di mata Allah. betapa kecelenya kita ketika orang tersebut malah dapat hidayah dan menjadi orang yang beruntung.

bagaimana dengan gue?
mungkin gue bukan orang yang beruntung

kerena gue terkena penyakit penebalan dinding jantung...

iya kan, hidup itu misteri?


29 April 2019

the dawn

hai semua,

seperti biasa, tiap tahun judul dari blog ini berubah. menandakan apa yang terjadi dan sudah terjadi. seperti tahun kemarin yang berjudul create your own happiness...which is not come true. hahaha
 tahun ini mengusung tema...the dawn.

the dawn menurut gue berarti saatnya turun atau tenggelam. kalau dilihat dari fisik dan mentally, memang sudah saatnya gue menurun. perut yang mulai membuncit, semangat yang menurun, berkurangnya antusias, kepandaian juga menurun, jumlah teman juga menurun, kesehatan juga.

setiap manusia akan ada saat turun dan saat naik. dan gue merasa ini adalah saatnya gue turun. contoh soal, kesehtan. makin timbul penyakit penyakit yang menandakan kalau gue udah uzur, badan pada sakit, mudah masuk angin, dan yang terakhir adalah sakit ringan di dada, kemungkinan sih jantung. tapi kalau periksa ke klinik katanya bukan, mungkin musti cek ke rumah sakit yang lengkap.

fisik yang sudah membulat bikin kepedeean gue berkurang. ntah sudah berapa kali gue selalu ngomong ke diri sendiri,
"jangan so kegantengan ris, elu tuh jelek"
iya emang, sudah saatnya membohongi diri kalau gue masih cakep, atau pernah cakep, atau sugesti cakep, or what the hell it is...saatnya menyadari realita kalau pasaran sudah menurun dan cenderung memasukan masa pasar yang jenuh. kans untuk poligami menurun kayanya.

btw, gue sangat ingin punya teman ngobrol tempat gue berkeluh kesah dengan sangat bebas. tapi sudah pada mundur semua. tapi baru nyadar, semua itu ada di istri gue, yang harusnya emang gue maksimalkan. tapi kalo diajak ngobrol sambil gituan, doi suka malesan...

teman...ah itu semakin sedikit. di grup WA juga makin jarang ngomong, dari seabrek2 grup, belum tentu sehari sekali nulis komentar. temen dikantor juga gitu, lama lama menjauh. ntar karena sudah ngga satu visi, atau kemakan pikiran sendiri. mbuhlah...

ya wis, let us wish kalo semua akan baik2 saja. semoga di dada bukan penyakit jantung. dan tetap hidup hingga dapat uang pensiun...

06 Januari 2019

kajian tersembunyi?


di mesjid sebelah suka ada kajian. berbeda sama di mesjid langganan, mesjid yang ini amatlah rahasia infonya.

bukan berarti kajiannya anti pemerintah, pro isis atau radikal yah. kalo ada kajian yang kaya gitu pasti gue ga ikut. lha gue juga kan punya otak. ustad yang keras aja gue tolak apalagi yang isi kajiannya ga sesuai sunnah.

btw, mesjid ini kalau kajian tidak memperkenankan kajiannya direkam atau difoto. sebagaimana tercantum dalam undangan via wa yang diforward ke gue. mesjid ini fahamnya Muhammadiyah, tapi isi kajiannya mirip salafy. gue jadi mikir, jangan2 mereka sama aja. bedanya kalau salafy lebih open soal kajiannya kayanya.

jadi tadi gw sembunyi2 rekam isi kajiannya. isi kajiannya bagus banget, which is sayang banget kalau ngga direkam. jadilah isi videonya kaya orang ngebajak film pakai handicam di bioskop. hahaha

mudah2an nextnya gue dapat kepastian, boleh atau ngganya di rekam dan disebar.

@30haribercerita
#30haribercerita
#30haribercerita2019
#30hbc1906

sunnatullah, azab atau ujian?


ih semalem lupa posting. engga apa apa ya telat dikit. yaaa telat 8 jam lah. hahaha kalau gue kordinator demo bayaran udah diburu peserta karena pada kelaparan.

gue akan membahas kajian yang gue ikuti kemarin. yang disampaikan oleh ustad lulisan libya. yaaa ada kemunhkinan satu almamater sama ustad adi hidayat cuma beda nasib.
menyoroti masalah jangan suka ribut di grup masalah bencana alam. ada yang type fenomena alam atau sunnatullah, type azab yang menghukumi kalau bencana terjadi karena ada kemaksiatan. ada juga type ujian yaitu bencana terjadi sebagai ujian.
semua itu benar.
karena kalau fenomena alam itu memang sudah di rencanakan sedemikian rupa agar bisa menerangkan kepada manusia BAGAIMANA itu terjadi ditambah dengan campur tangan Allah yang menentukan MENGAPA itu terjadi.

untuk azab juga benar, karena dari suatu kaum ada saja yang berbuat maksiat dan Allah turunkan untuk menghukum mereka. ini khusus untuk para pelaku maksiat.

untuk ujian juga benar. ditujukan krpada yang terselamatkan sebagai teguran agar mereka kembali mendekat kepada Allah. agar tobat dan menjadi orang yang lebih baik amalnya.

intinya. jangan pada ribut di grup whatsapp gara gara gini. jangan pada mikir negatif, jangan ngomong negatif. jangan jadi ujub (berasa bener sendiri) yang berujung pada perdebat tiada manfaat. yang ada bukannya pada sadar malah jadi perpecahan. mikiro jal.

setelah kajian, disuguhi soto ayam hasil sumbangan jamaah mesjid. Alhamdulillah. kalo ini termasuk sunnatullah, azab, atau ujian? kalo masih milih salah satu juga berarti dakwahnya ga sampai. tinggal makan aja ribet beudh.

ps : ada pepatah, seseorang akan dimatikan seperti saat dia hidup. pepatah lho ya, bukan hadist...

@30haribercerita
#30haribercerita
#30haribercerita2019
#30hbc1905

04 Januari 2019

hajatan


deket rumah gue lagi ada hajatan. hari ini adalah hari kedua, setelah kemarin ada semacam syukuran yang dipimpin ustad setempat. kalau didenger dari bacaannya sih gampang2 kayanya. alfatihah, annas, alfalaq, sama qulhu. ayat kursi juga ada kayanya. yaaa kalau dikasih list bisa dah ntar2 kalo pensiun gue bisa jadi ustad pemimpin hajatan. mudah2an ntar ntar masih musim. takutnya dimasa yang akan datang syukuran dilakukan via online atau rekaman biar hemat budget.

hari ini full dangdutan. jalanan kecil yang diklaim sepihak sebagai jalan tembus ke mall baru sama yang bikin mall, langsung ditutup. panggung yang letaknya sekitar 2 meter dari pintu masuk kluster kontrakan, sempet bikin gue kesulitan masuk kluster. lantaran banyak motor parkir ntah warga mana yang ikutan nonton.

suara dangdutan yang kedengaran sampai dalam rumah bikin gue khawatir mengganggu.

ya bisa ganggu macem macem. kalo anak gue ga bisa tidur gimana? atau malah tih bocah ikut nonton gimana? atau malah ikut nyawer gimana? mana lagi bokek.

trus gw juga blm sholat karena baru sampe. ntar sholat isya gw khusyu ga? surat pilihannya berantakan ga? mana taunya cuma qulhu sama inna atoyna doang.

biar meredam suara bising dangdutan yang sember itu, gw tutup semua pintu. eh suaranya malah jadi bagus karena bassnya keluar dan treblenya teredam. haduuuh... itu pintu sampe geter gara2 suara bassnya. secara gw team bass geter.

jadi pengen nonton.

btw, tadi sempet denger ada lagu "lukaku". kirain romelu lukaku, ternyata bukan...

sekarang lagi lagi "lagi syantique" nih. dikoplo pula.
pengen nyawer tapi ada yang jewer

@30haribercerita
#30haribercerita
#30haribercerita2019
#30hbc1904